Jumat, 15 Oktober 2021

Do'a dalam Al-Quran

 🌹🌹🌹


𔗫𔓘 Surah Dalam Al-Qur'an yang memiliki do'a khusus ˖ ᷎🧺 𖢇᭡


• Al-Mulk : selamat dari siksa kubur

• Al-Kahfi : Terhindar dari fitnah Dajjal

• Yaasiin : mempermudah segala urusan

• Al-Waqiah : dimudahkan rezekinya

• Ad-Dhuha : terhindar dari lalai / lupa

• Al-Baqarah : mengusir setan terutama dari dalam rumah

• Al-Hajj : supaya cepat mendapatkan jodoh

• Ar-Rahman : mendapat syafa'at di hari kiamat

• Al-Fatihah : obat segala penyakit dan obat segala kebaikan

• An-Nas & Al-Falaq : perlindungan dari gangguan jin, sihir, dan kejahatan manusia

• Al-Ikhlas : dibangunkan rumah di surga (baca 10× sehari)

Selasa, 12 Oktober 2021

Rosululloh SAW dan Ukasyah

Kita sdh masuk dibulan maulid biar tambah kecintaan kita kpd kanjeng Nabi yuk baca sebentar Mohon ijin share 1 cerita di ujung hidup seorang manusia yg sangat mencintai kita semua :


Allahuma Sholli'alaa Sayyidina Mu

Cerita yang tak pernah ada bosannya 

Silahkan di Baca, rasakan dan nikmati setiap lekuk alur ceritanya, dan hadirkan jiwa ragamu dalam sekenario.


Assalamu'Alaikum Wr. Wb...


Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.

Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.


Pada suatu hari, Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua Sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dgn para Sahabat.

Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt Taushiyah dari Rasulullah SAW.


Beliau duduk dgn lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat,

menahan sakit yg tengah dideritanya.


Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kpdmu,

bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah?"


Semua Sahabat menjwb dgn suara bersemangat,

"Benar wahai Rasulullah,

Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah."


Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."


Kemudian Rasulullah SAW bersabda lagi,

dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.


Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yg menjadikan para Sahabat sedih dan terharu. 


Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya,

aku akan pergi menemui Allah SWT,

Dan sblm aku pergi,

aku ingin menyelesaikan segala urusan dgn manusia.

Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua.

Adakah aku berhutang kepada kalian?

Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.

Karena aku tidak mau bertemu dgn Allah SWT dalam keadaan berhutang dgn manusia."


Ketika itu semua para Sahabat diam,

dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yg banyak berhutang kepada Rasulullah".


Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.


Tiba2 bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH,

seorg sahabat, mantan preman sblm masuk Islam, dan

dia berkata:


"Ya Rasulullah...

Aku ingin sampaikan masalah ini.

Seandainya ini dianggap hutang,

Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa2".


Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".


Maka Ukasyah pun mulai bercerita:

"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.

Tetapi cemeti tsb tidak kena pada belakang kuda,

Tapi justeru terkena pada dadaku,

Karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".


Mendengar itu,

Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau,

Maka hari ini aku akan terima hal yg sama."


Dengan suara yang agak tinggi,

Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."


Ukasyah se-akan2 tidak merasa bersalah mengatakan demikian. 


Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Ukasyah. 

"Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Baginda sedang sakit..!!?


Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.

Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah Fatimah, anaknya.


Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah,

Kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"


Bilal menjwb dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah."


Terperanjat dan menangislah Fatimah, seraya berkata:

"Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rasulullah?

Ayahku sedang sakit,

kalau mau memukul,

pukullah aku anaknya".


Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".


Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikannya kepada Ukasyah.

Setelah mengambil cambuk itu,

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah. 


Tiba2, Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil

berkata: "Ukasyah... kalau kamu hendak memukul,

pukullah aku..!!

Aku adalah orang yang pertama beriman dgn apa yg Rasulullah SAW sampaikan.

Akulah sahabatnya di kala suka dan duka.

Kalau engkau hendak memukul,

maka pukullah aku".


Rasulullah SAW bersabda: "Duduklah wahai Abu Bakar.

Ini urusan antara aku dgn Ukasyah".


Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah SAW. Kemudian Umar bin Khattab berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:


"Ukasyah...

kalau engkau mau mukul, pukullah aku.

Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad,

bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya.

Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad SAW.

Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah,

maka langkahi dulu mayatku..!!"


Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:

"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".


Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, dan tiba2 berdirilah Ali bin Abu Talib, sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.


Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja.

Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".


Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:

"Duduklah wahai Ali,

ini urusan antara aku dengan Ukasyah".


Ukasyah semakin dekat dgn Rasulullah SAW. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen. 


Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon...

"Wahai Paman,

pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit,

Pukullah kami saja wahai Paman,,

sesungguhnya kami ini Cucu kesayangan Rasulullah SAW.

Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami,, wahai Paman."


Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai Cucu2 kesayanganku, duduklah kalian.

Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah".


Begitu sampai di tangga mimbar,

dengan lantang Ukasyah berkata:


"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!"


Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah SAW didudukkan pada sebuah kursi,

lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:


"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju,

Ya Rasulullah."


Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.

Tanpa ber-lama2 dalam keadaan lemah, Rasulullah SAW membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah; sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah, pertanda Rasulullah sedang menahan lapar...


Kemudian Rasulullah SAW berkata:

"Wahai Ukasyah,

Segeralah dan janganlah kamu ber-lebih2an.

Nanti Allah SWT akan murka padamu."


Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW,, Cambuk di tangannya ia buang jauh2. Kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW se-erat2nya,, sambil menangis sejadi-jadi2nya...


Ukasyah berkata:

"Ya Rasulullah, Ampuni aku,

Maafkan aku;

Mana ada manusia yg sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu...

Karena Engkau pernah mengatakan "Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya."


Seumur hidupku aku ber-cita2 dapat memelukmu.

Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. 


Dan sungguh aku takut dengan api neraka.

Maafkan aku ya Rasulullah..."


Rasulullah SAW dgn senyum berkata:


"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Syurga, maka lihatlah Ukasyah..!!"


Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.


SEMOGA dengan membaca ini, bila ada air mata, ini membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih Allah SWT...

*Allahumma'sholli 'alaa Sayyidina Muhammad.* 

*Allahumma sholli 'alayhi wassalam...*


Semoga Allah SWT selalu meridhai kita semua. Aamiin...


Ayo kita posting di WA tentang Keagungan Rasulullah SAW...


Jangan sampai kisah  ini kalah populer dibanding berita2 yang ada saat ini..!!

                                                                                    Seluruh dunia mencintai Nabi SAW.


Kami ingin mengajak 500.000.000 Sholawat kepada Sahabat yang mencintai Rasulullah Muhammad SAW.

Dengan ribuan orang berdzikir,, Semoga Negara2 Islam diselamatkan Allah SWT. Hanya dengan membaca dan menyebarkan kpd rekan2 kita...


KITA SEMUA UMAT

RASULULLAH SAW..!!!


   *ALLAHUMMA SHALLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD,*

*WA'ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD*


Kirim kepada semua teman Muslim dan INSYA ALLAH dalam beberapa menit nanti ramailah orang bersama-sama membaca Keindahan dan Keagungan Kepribadian Rasulullah SAW, Sang Manusia Agung Kekasih Allah SWT.

Selesai membacanya, kirimkanlah kepada teman2 kita yang lainnya. Dalam beberapa menit, berjuta org akan membacanya..!! Anda tak akan rugi apa2 pun; biarkan Cerita Haru tentang Manusia Agung Kekasih Allah SWT ini senantiasa berjalan..!!!```

❤

اللّٰهم صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدﷺ❤

Minggu, 10 Oktober 2021

KISAH ROSULULLOH BAGIAN 142 ZAINAB WAFAT

 *KISAH RASULULLAH ﷺ*


Bagian 142


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد


*Zainab Wafat*


Kata-kata itu diucapkan Rasulullah ﷺ dengan penuh harap, penuh cinta, dan penuh sayang kepada mereka yang pernah memberi janji setia kepada beliau. Rasa haru menyesak di dalam dada semuanya sehingga seluruh orang Anshar menangis sambil berkata, 


"Kami rela dengan Rasulullah sebagai bagian kami."


Setelah itu Rasulullah ﷺ kembali ke Mekah untuk berumrah. Selesai umroh Rasulullah ﷺ menunjuk 'Attab bin Asid dan Muadz bin Jabal untuk mengajar orang-orang untuk memperdalam Al Quran dan menjalankan ajaran agama. 


Kemudian Rasulullah ﷺ pun kembali ke Madinah. Kini di seluruh Jazirah Arab tidak ada lagi yang berani mengganggu atau mencela Islam. Gembira sekali kaum Anshor dan Muhajirin. Semua merasa bahwa Allah telah membuka jalan kepada Rasulullah ﷺ dengan membebaskan tanah suci. 


Mereka gembira karena penduduk Mekah telah mendapatkan hidayah dengan memeluk Islam termasuk beragam kabilah Arab yang telah tunduk dan taat kepada agama Islam ini.


Apalagi kemudian berbagai utusan kabilah-kabilah Arab yang lain berdatangan dan menyatakan memeluk Islam di hadapan Rasulullah ﷺ. 


Namun segala ketentraman di dunia ini pasti ada kurangnya. Saat itulah, Zainab putri Rasulullah ﷺ wafat.  Sejak jatuh dari unta dan mengalami keguguran kandungan, Zaenab memang tidak pernah sembuh. Kini keturunan Rasulullah ﷺ yang masih hidup tinggal Fatimah az-Zahra, karena Ummu Kultsum dan Rukayah juga telah lebih dulu meninggalkan dunia.


Rasulullah ﷺ teringat betapa lembutnya Zainab dan betapa indah kesetiaannya kepada suaminya Abul Ash bin Ar-Rabi'. Hati Rasulullah ﷺ  sedih sekali. Namun dalam keadaan sedih pun Rasulullah tidak pernah lupa dengan kebiasaan beliau selalu pergi ke pelosok-pelosok sampai ke ujung kota. Beliau tengok orang yang sakit dan beliau hibur orang yang menderita.


Allah pun menurunkan rahmat dan kasih sayang untuk menghibur hati Rasulullah ﷺ yang sedang berduka.


Kemudian lahirlah putra Rasulullah ﷺ dari rahim Mariah seorang budak Mesir yang dihadiahkan Mauqauqis kepada Rasulullah ﷺ. Saat itu Rasulullah ﷺ sudah lewat 60 tahun. Alangkah bahagianya hati beliau, putra laki-laki itu beliau beri nama Ibrahim.


Umamah adalah Putri Zaenab. Diriwayatkan oleh  Abu Daud dari Abu 

Qotadah, ketika kami sedang menunggu Rasulullah ﷺ pada waktu Dhuhur dan Ashar, keluarlah Rasulullah ﷺ bersama Umamah di atas bahunya. Kemudian kami sholat di belakangnya jika Rasul sujud Umamah dilepaskan dan jika bangkit dari sujudnya Umamah dipangku, sedang waktu kepalanya diangkat dari sujud,  Umamah diambil lagi.


*Kelahiran Ibrahim*


Rasulullah ﷺ memberi sedekah uang untuk setiap helai rambut Ibrahim kepada para fakir miskin. Seorang wanita bernama Ummu Saif diangkat menjadi ibu susu Ibrahim. Kemudian Rasulullah ﷺ menyediakan pula 7 ekor kambing yang setiap hari diperah susunya untuk keperluan Ibrahim.


Hampir setiap hari Rasulullah ﷺ mengunjungi Ibrahim. Beliau sangat senang melihat Ibrahim tumbuh sehat. Senyum bayi itu seperti cahaya pelita yang  menghangatkan hati Rasulullah ﷺ. Suatu hari dengan penuh perasaan gembira  Rasulullah ﷺ menggendong Ibrahim dan memanggil Aisyah. 


Rasulullah ﷺ bertanya "Bukankah besar sekali persamaan Ibrahim dengan diriku?"

Namun Aisyah tidak mengiyakannya, demikian pula dengan istri-istri Rasulullah ﷺ yang lain. Aisyah dan istri2 Rasulullah ﷺ sangat sedih karena tidak bisa memberi beliau seorang keturunan. Padahal mereka sangat menyayangi beliau. Karena itu,  begitu melihat kegembiraan Rasulullah ﷺ menggendong Ibrahim, mereka menunjukkan wajah kurang suka.


Apa yang terjadi pada istri-istri Rasulullah ﷺ sangatlah wajar karena pada zaman itu belum pernah kaum wanita diperlakukan sedemikian baik. Begitu sayangnya mereka kepada Rasulullah ﷺ sampai-sampai mereka menganggap beliau lebih menyayangi istri yang satu dibandingkan yang lain. Pertentangan Ini akhirnya meresahkan hati Rasulullah ﷺ. Beliau memisahkan diri dari para istrinya.


Karena sudah lebih dari sebulan Rasulullah ﷺ hidup menyendiri, kaum muslimin menjadi gelisah. Mereka takut kalau ternyata Rasulullah ﷺ menceraikan istri-istrinya. Umar Bin Khattab datang menengok Rasulullah ﷺ di tempat pengasingannya. Umar menangis melihat punggung Rasulullah ﷺ yang berbekas tikar kasar.  Rasulullah ﷺ menghibur sahabatnya itu dengan mengatakan bahwa kehidupan akhirat jauh lebih berharga daripada harta seluruh bumi beserta isinya.


Setelah itu giliran Umar yang menghibur beliau. Umar terus bicara dengan Rasulullah ﷺ sampai beliau merasa terhibur dan tertawa. Kemudian, Rasulullah ﷺ menjelaskan kepada kaum muslimin bahwa beliau tidak menceraikan istri-istri beliau.


Kemudian turunlah firman Allah yang menegur istri-istri Rasulullah ﷺ. Kalau saja Rasulullah ﷺ sampai menceraikan mereka, karena mereka sudah begitu menyusahkan, niscaya Allah akan menggantikan mereka dengan wanita-wanita lain yang lebih baik. Akhirnya para ibu kaum muslimin itu pun sadar dan hidup rukun seperti sedia kala.  


Tidak ada laki-laki yang memperlakukan istri-istrinya sebaik Rasulullah ﷺ. Beliau senang bergurau dan senang melihat mereka bergurau. 


Dari hadis riwayat Bukhari, dari Aisyah berkata, 


"Saya pernah melumurkan adonan tepung ke wajah Saudah dan ia pun membalas melumurkan adonan tepung di wajah saya sehingga membuat Rasulullah ﷺ tertawa."


_Shallu 'alan Nabi..._


Bersambung

Selasa, 01 Juni 2021

Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945-2021

 MTs Jannaturroichan mengucapkan selamat memperingati hari lahir pancasila, 1 juni 1945-2021.

"Jas Merah" jargon yang tidak lekang oleh waktu yang di pekikkan pahlawan sekaligus proklamator ir. Soekarno, "jangan sekali-sekali melupakan sejarah" seolah mengingatkan kita untuk selalu mengenang peristiwa-peristiwa penting didalam sejarah kebangkitan bangsa Indonesia. Termasuk momen yang sangat bersejarah adalah hari lahirnya pancasila 1 juni 1945-2021. Pancasila sebagai dasar negara dicutuskan oleh tiga tokoh Nasional yaitu Muhammad yamin, Soepomo dan soekarno. Kemudian pada sidang BPUPKI pada 1 juni 1945 Ir. Soekarno mencetuskan Pancasila. Sejak itulah tanggal 1 juni 1945 di peringati sebagai hari lahirnya pancasila

Minggu, 23 Mei 2021

Kisah Rasulullah bagian 2

 KISAH RASULULLAH ﷺ

Bagian 2

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد


Nenek Moyang Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم 

Salah seorang nenek moyang Nabi Muhammad bernama Hasyim bin Abdul Manaf. Ia adalah pemuka masyarakat dan orang yang berkecukupan. Masyarakat Mekah mematuhi dan menghormatinya.


"Wahai penduduk Mekah, aku membagi perjalanan kalian menurut musim. Jika musim dingin tiba, pergilah berdagang ke Yaman yang hangat. Jika musim panas, giliran kalian pergi ke Syam yang sejuk!" demikian keputusan Hasyim.


Hasyim tambah disayangi penduduk Mekah karena pada suatu musim kemarau yang mencekam, ia pernah membawa persediaan makanan dari tempat yang jauh. Padahal, saat itu makanan amat sulit didapat.


"Terima kasih, wahai Hasyim! Engkau menolong kami dengan pemberian makanan ini!" seru penduduk Mekah. 


Di bawah kepemimpinan Hasyim, Mekah berkembang menjadi pusat perdagangan yang makmur. Pasar-pasar didirikan sebagai tempat berniaga kafilah-kafilah dagang yang datang dan pergi silih berganti, baik pada musim panas maupun pada musim dingin. Demikian pandainya penduduk Mekah berdagang, sampai-sampai tidak ada pihak lain yang mampu menyaingi mereka.


Akan tetapi, di samping kemajuan yang besar itu, masyarakat Arab juga mengalami kemunduran luar biasa. Itulah sebabnya mereka dijuluki masyarakat jahiliah alias masyarakat yang diliputi kebodohan. Itulah juga sebabnya sampai Allah mengutus rasul terakhir-Nya di tempat ini.


*Pembagian Urusan*


Beberapa jabatan pemerintahan di Mekah di antaranya: 

_Hijabah_ : Pemegang kunci Ka'bah, 

_Siqayah_ : Penyedia air dan makanan buat para peziarah, 

_Rifadah_ : Mengatur pembagian dana dari orang kaya untuk fakir miskin, _Qiyadah_ : Mengatur urusan peperangan. 


*Percaya Takhayul*


"Oh, tidak! Burung itu terbang ke kiri! Aku pasti akan tertimpa sial!" umpat seseorang, orang itu kebetulan melihat seekor burung yang terbang di atas kepalanya berbelok ke arah kiri. Sepanjang hari itu, dia jadi murung karena yakin bahwa dia bernasib sial walaupun belum tahu kesialan macam apa yang akan menimpanya.

Orang-orang Arab pada masa jahiliyah amat percaya pada takhayul. Contohnya, mereka percaya jika burung yang mereka lihat terbang ke kiri, nasib sial akan menimpa mereka. Sebaliknya jika burung kebetulan terbang ke kanan, nasib baik akan datang. Kepercayaan semacam ini disebut At Tathayyur


Selain itu, mereka percaya bahwa jika seseorang mati, rohnya akan menjadi burung. Mereka juga percaya bahwa di dalam perut manusia ada ular. Ular inilah yang menggigit di dalam perut sehingga orang merasa lapar.


"Lihat cincin tembagaku ini", kata seorang kepada temannya dengan bangga, "Cincin ini adalah pemberian seorang dukun kepadaku. Tidak sia sia aku memberinya uang banyak agar membuatkan cincin ini. Jangan coba-coba menantangku berkelahi sekarang. Berkat cincin ini, aku merasa jauh lebih kuat!".


Masih banyak kebodohan serupa yang mereka perlihatkan. Mereka juga amat taat menyembah berhala-berhala berbentuk patung. Jika mereka meminta pertolongan kepada berhala, tidak segan-segan mereka mengorbankan binatang ternak dan mengoleskan darahnya di tubuh berhala. Bahkan mereka terkadang sampai hati mengorbankan anak- anaknya sendiri demi mengharap keridhaan berhala. 


Selain melakukan kebodohan-kebodohan itu, mereka masih melakukan banyak sekali hal hal yang merusak.


*Awal Mula Penyembahan Berhala*


Awal mula penyembahan berhala di Mekkah, ketika seorang bernama Amar bin Luhay membawa berhala besar bernama Hubal yang dibelinya dari daerah Syam. Di Mekkah, berhala Hubal ditaruh di Ka'bah dan disuruhnya orang orang datang menyembahnya. 

Menjelang menaklukkan Mekkah oleh Nabi Muhammad saw. Ka'bah dipenuhi oleh tiga ratus enam puluh berhala yang terbuat dari batu, kayu, perak, bahkan emas.


*Gemar Mabuk dan Berjudi*


Bangsa Arab pada masa itu sangat gemar meminum arak. Hampir semua orang adalah peminum kecuali beberapa saja yang tidak.

Para pelayan datang membawakan baki dan botol-botol minuman. Orang orang datang berkumpul sambil tertawa.

Para penari datang disambut tepukan dan sorak sorai. Ketika minuman mulai membuat mereka mabuk, seseorang kembali berseru, "Bawakan alat alat judi kemari!"


Orang pun membawakan alat-alat judi berupa bilah-bilah kayu dan sebuah kantung kulit. Beberapa ekor unta dipotong, yang kalah berjudi harus membayar unta-unta tersebut. Selain berjudi dengan memotong unta, mereka juga berjudi dengan bermacam macam cara.


Demikianlah minum sambil berjudi adalah kebiasaan yang amat digemari oleh bangsa Arab saat itu. Bahkan, setelah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa sallam mengajarkan Islam, masih banyak pemeluk baru agama Islam yang masih suka meminum arak sampai turunlah perintah Allah yang berangsur-angsur mengharamkan orang meminum minuman keras.


*Barm*


Judi memotong unta adalah judi yang paling digemari orang Arab Jahiliyah. Bilah-bilah kayu dikocok dalam kantung dan dibagikan. Orang yang mendapat undi kosong dinyatakan kalah dan harus membayar unta yang dipotong. Daging unta kemudian dibagikan kepada fakir miskin. Orang yang tidak suka berjudi semacam ini dipandang sebagai seorang kikir, yang biasa disebut barm


Bersambung....

Kisah Rasulullah bagian 1

 KISAH RASULULLAH  صل الله عليه و سلم

Bagian 1 Pendahuluan

JAZIRAH ARAB

Jazirah Arab itu sebenarnya tidak hanya terdiri atas gurun pasir. Ada banyak tanah subur yang telah dihuni sejak lama. Tanah-tanah subur itu terutama terletak di daerah pantai, seperti Yaman, Yamamah, Hadramaut, dan Ahsa. Di bagian tengah Jazirah Arab ada sebuah wilayah subur lain bernama Najd. Wilayah ini dikenal sebagai tempat asal kuda Arab yang termahsyur di mana-mana.


Najd dan Yamamah juga terkenal sebagai penghasil gandum. Demikian banyak gandum yang dihasilkan sehingga konon mampu memenuhi kebutuhan seluruh penduduk Jazirah Arab yang ketika Nabi Muhammad dilahirkan berjumlah sekitar 10 juta- 12 juta jiwa. 

Di kota Madinah terdapat bukit -bukit yang baik untuk ditanami. Sementara itu, kota Thaif terkenal karena buah-buahannya.


Di luar daerah-daerah subur, Jazirah Arab dipenuhi gunung dan bukit-bukit batu yang besar. Tidak ada sungai mengalir. Suhu udaranya sangat panas. Karenanya, penduduk Arab umumnya suka mengembara. Mereka suka berpindah ke tempat mana saja yang dapat memenuhi keperluan hidup sehari-hari berserta hewan-hewan ternak mereka.

*Unta*

Unta adalah kendaraan yang sangat diandalkan penduduk gurun pasir. Ia dapat mengarungi gurun selama 17 hari tanpa minum. Walaupun pelan, jika dipacu unta dapat menempuh jarak sampai 300 km dalam sehari. Unta mau melahap ranting dan rumput pahit yang di jauhi kambing. Unta juga mau minum air berlumpur dan mengubahnya menjadi susu bermutu tinggi yang dapat digunakan sebagai obat tetes mata. Dagingnya dimakan, bulunya dibuat tali, kulitnya dapat menjadi aneka alat, mulai dari sandal sampai atap dan perisai perang. Air seninya menjadi sampo pencuci rambut. Kukunya dibakar dan diulek menjadi tepung untuk obat luka atau adonan kue. Kotorannya dapat dipakai sebagai bahan bakar. Unta adalah karunia Allah untuk penduduk gurun pasir.

 

*Letak Mekah* 


Di Kota Mekah inilah terletak Ka'bah, Baitullah. Ke arah Ka'bahlah seluruh Muslim di dunia menghadapkan diri jika sedang shalat. Di kota Mekah inilah nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, dilahirkan.


Kota Mekah adalah sebuah lembah yang tidak begitu luas, di tengah lautan pasir. Bukit-bukit mengurung lembah ini rapat-rapat. Begitu rapatnya sehingga cuma ada tiga jalan untuk keluar dan masuk Mekah. Jalan pertama menuju ke Yaman, jalan ke dua menuju ke Laut Merah, dan jalan ketiga adalah jalan menuju Palestina. 


Ribuan tahun yang lalu, Lembah Mekah hanyalah sebuah tempat persinggahan rombongan kafilah, baik yang datang dari Yaman menuju Palestina maupun sebaliknya, yang datang dari Palestina menuju Yaman. Nabi Ismail lah yang pertama kali membuat Mekah menjadi sebuah kota.


*Pakaian Orang Arab*


Penduduk asli Jazirah Arab adalah suku Badui. Pakaian mereka longgar, hangat pada musim dingin, dan sejuk pada musim panas. Pakaian ini menjaga kulit dari sengatan matahari serta angin kering. 

Pada zaman para nabi, pakaian ini terdiri atas dua helai. Satu helai melilit tubuh dari bawah ketiak. Satu helai lagi adalah sebuah jubah panjang sampai kaki dan terbuat dari bulu domba atau unta. Warnanya krem dengan lurik tegak berwarna hitam, biru, coklat atau putih. 

Pakaian wanitanya panjang menyapu tanah dan sangat longgar. Selendang melilit pinggang, jubahnya berlurik merah, kuning, hitam atau biru. Cadarnya berwarna hitam atau putih. Tudung kepala berwarna merah, putih, atau cokelat melindungi mata, telinga, dan hidung dari debu dan badai pasir.


 *Badui* 


Suku Badui adalah penduduk asli Jazirah Arab. Mereka adalah prajurit pengelana yang tangguh. Tinggi mereka sedang, tapi kekar, cekatan, dan kuat menderita dalam alam yang keras. Jika ada anggota keluarga yang tewas, para lelaki Badui akan segera membalas pembunuhnya. Mereka berani dalam bertempur dan sabar dalam kekalahan.


Meski demikian, orang Badui terkenal ramah, senang memberi, dan sangat menghormati tamu. Mereka juga tenang, sabar, dan tidak cepat marah. Orang Badui juga sangat mengagumi keindahan syair. Jiwa orang orang Badui mudah terpanggil pada kebenaran. Mereka adalah orang orang sederhana. Mereka duduk di lantai dengan wadah makanan di lutut. Dengan demikian, tidak bisa dibedakan mana majikan dan mana bawahan.


Sahabat fillahku, kepada orang-orang inilah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, diutus. Berkat bimbingan Nabi Muhammadlah orang orang Badui dari padang pasir yang sunyi ini mampu mengguncang dunia. Merekalah yang akhirnya menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia. Merekalah yang membangun umat Islam menjadi umat yang besar dan dihormati.


Namun, jauh sebelum menyebar ke penjuru bumi, perjalanan umat Islam di Jazirah Arab dimulai oleh kisah Nabi Ibrahim عَلَيْهِ السَلاَمُ. 

Beliau adalah nenek moyang Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. 


Bersambung

PPDB TAHUN PELAJARAN 2021/2022

PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022

  🏫 PPDB Madrasah Aliyah & Madrasah Tsanawiyah JANNATURROICHAN Tahun Pelajaran 2021/2022 1. Madrasah Tsanawiyah Jannaturroichan 2. Madr...